Cara Cek Aplikasi yang Paling Boros Baterai di iPhone, Langsung Tahu
Pelajari cara cek aplikasi boros baterai di iPhone lewat menu Battery. Lengkap dengan analisis penyebab, risiko, dan tips menghemat daya.

Pernah merasa baterai iPhone cepat habis padahal baru dipake sebntar? Saya sendiri sering ngalami, apalagi setelah seharian di Depok dengan mobilitas tinggi. Kadang cuma buka Instagram sebentar, eh baterai udah turun 10%. Pasti ada aplikasi yang diam-diam "makan" daya, kan?
Tenang, iOS punya fitur bawaan yang bisa nunjukin aplikasi paling boros baterai. Jadi, Anda gak perlu nebak-nebak atau pake aplikasi pihak ketiga yang malah bikin baterai makin cepet habis. Langsung aja, berikut cara cek aplikasi yang paling boros baterai di iPhone.
TL;DR: Buka Settings > Battery, lalu liat daftar aplikasi di bawah "Battery Usage By App". Di sana, Anda bisa liat persentase pemakaian baterai per aplikasi dalam 24 jam terakhir atau 10 hari terakhir. Aplikasi dengan persentase tertinggi adalah yang paling boros.
Kenapa Aplikasi Bisa Boros Baterai?
Sebelum kita bahas cara ceknya, penting buat paham dulu kenapa aplikasi tertentu bisa ngabisin baterai lebih cepet. Ini bukan cuma soal aplikasi "jahat", tapi ada beberapa faktor teknis yang memengaruhinya.
Pertama, proses latar belakang (background activity). Beberapa aplikasi, kayak media sosial atau email, terus memperbarui data meskipun Anda gak lagi buka. Misalnya, aplikasi Instagram mungkin masih ngunduh foto atau video baru di latar belakang. Menurut data dari Apple, aktivitas latar belakang bisa nyumbang 15-20% dari total pemakaian baterai harian.
Kedua, penggunaan GPS dan sensor. Aplikasi navigasi kayak Google Maps atau Waze terkenal boros karena terus pake GPS. Tapi, aplikasi lain kayak cuaca atau ride-hailing juga sering ngakses lokasi Anda. Saya pernah liat aplikasi Gojek makan 12% baterai dalam sehari cuma karena terus mantau lokasi Untuk gambaran lebih luas, baca berapa tingkat kecerahan layar yang ideal agar baterai iphon.
Ketiga, kecerahan layar dan refresh rate. Aplikasi yang nampilin banyak animasi atau video, kayak TikTok atau YouTube, maksa layar kerja lebih keras. iPhone dengan layar ProMotion (120Hz) kayak seri 13 Pro ke atas bisa lebih boros kalo aplikasi gak dioptimalkan.
Keempat, push notification. Setiap notifikasi yang masuk bakal "membangunin" iPhone dari mode tidur. Semakin banyak notifikasi, semakin sering prosesor dan koneksi internet aktif. Bayangin kalo Anda punya 10 aplikasi yang masing-masing ngirim 20 notifikasi per hari — itu berarti 200 kali "bangun" yang nguras daya.
Bagaimana Cara Cek Aplikasi yang Paling Boros Baterai?
Ini bagian yang paling ditunggu. Caranya gampang bangeet dan gak perlu aplikasi tambahan. Ikuti langkah-langkah berikut:
- Buka Settings (ikon roda gigi) di iPhone Anda.
- Gulir ke bawah dan pilih Battery.
- Di bagian "Battery Usage By App", Anda bakal liat daftar aplikasi yang pake baterai dalam 24 jam terakhir atau 10 hari terakhir. Ketuk Last 10 Days buat data yang lebih akurat.
- Di bawah setiap nama aplikasi, ada persentase pemakaian baterai. Aplikasi dengan persentase tertinggi adalah yang paling boros.
- Ketuk salah satu aplikasi buat liat detail lebih lanjut, kayak Background Activity (aktivitas latar belakang) dan On Screen (waktu layar nyala).
Contoh konkret: Saya cek iPhone saya dan ternyata aplikasi WhatsApp makan 23% baterai dalam 10 hari terakhir. Dari total itu, 18% adalah saat layar nyala (saya emang sering chat), dan 5% adalah aktivitas latar belakang. Sementara itu, Instagram cuma 15%, dengan 12% on screen dan 3% background. Jadi, WhatsApp lebih boros karena saya lebih sering pake.
Kalo Anda mau data yang lebih spesifik, Anda juga bisa liat Activity di bagian bawah layar Battery. Di sana ada grafik pemakaian baterai per jam dan indikator kapan aplikasi tertentu aktif.
Apa Risiko Kalo Aplikasi Boros Baterai Gak Dicek?
Mungkin Anda berpikir, "Ah, cuma aplikasi boros baterai, nggak masalah." Tapi, kalo dibiarin, ada beberapa risiko yang bisa muncul. Saya pernah ngalami sendiri, dan ujungnya malah bikin pusing Detail teknisnya saya rapikan di paling efektif untuk menghemat.
Risiko pertama: Baterai cepet rusak. Setiap siklus pengisian daya (dari 0% ke 100%) ngurangin kapasitas baterai secara perlahan. Menurut data dari Battery University, baterai lithium-ion kayak di iPhone kehilangan sekitar 20% kapasitasnya setelah 500 siklus pengisian penuh. Kalo aplikasi boros bikin Anda ngisi daya dua kali sehari, maka dalam setahun Anda bisa mencapai 730 siklus — artinya baterai Anda bakal lebih cepet aus.
Risiko kedua: Performa iPhone menurun. iOS punya fitur manajemen daya yang otomatis nurunin performa kalo baterai udah gak sehat. Ini buat nyegah iPhone mati mendadak. Jadi, kalo baterai Anda udah di bawah 80% kapasitas, iPhone bisa terasa lebih lambat, terutama saat buka aplikasi berat.
Risiko ketiga: Biaya penggantian baterai. Kalo baterai udah rusak parah, Anda harus ganti. Biaya ganti baterai iPhone di pusat servis resmi Apple di Indonesia sekitar Rp 500.000 sampe Rp 1.200.000, tergantung model. Belum lagi waktu yang kebuang karena harus antre. Saya pernah ganti baterai iPhone 11 di iBox Depok dan butuh waktu 2 jam — lumayan ganggu jadwal.
Risiko keempat: Data seluler boros. Aplikasi yang terus aktif di latar belakang gak cuma nguras baterai, tapi juga kuota internet. Bayangin kalo aplikasi media sosial Anda ngunduh video 4K di latar belakang — kuota 10GB bisa abis dalam seminggu.
Berapa Biaya yang Bisa Dihemat Kalo Mengelola Aplikasi Boros?
Pertanyaan ini jarang dibahas, tapi sebenernya penting. Dengan ngelola aplikasi boros baterai, Anda bisa nghemat uang dalam jangka panjang. Mari kita hitung secara kasar.
Biaya pengisian daya: Rata-rata, iPhone butuh sekitar 10-15 watt-jam (Wh) buat ngeisi penuh baterai. Kalo Anda ngeisi daya sekali sehari, itu berarti 3.650 Wh per tahun (10 Wh x 365 hari). Dengan tarif listrik rumah tangga di Indonesia sekitar Rp 1.500 per kWh (kilowatt-jam), biaya listrik buat ngeisi iPhone setahun cuma sekitar Rp 5.475. Tapi, kalo aplikasi boros bikin Anda ngeisi daya dua kali sehari, biayanya jadi Rp 10.950 per tahun.
Biaya penggantian baterai: Kayak disebut, biaya ganti baterai bisa Rp 500.000 - Rp 1.200.000. Kalo Anda bisa memperpanjang umur baterai dari 2 tahun jadi 3 tahun dengan ngelola aplikasi boros, Anda nghemat sekitar Rp 200.000 - Rp 400.000 per tahun.
Biaya kuota internet: Aplikasi boros sering juga boros data. Misalnya, kalo aplikasi media sosial ngunduh 500 MB data per hari di latar belakang, itu berarti 15 GB per bulan. Dengan harga paket data rata-rata Rp 50.000 per 10 GB, Anda bisa nghemat Rp 75.000 per bulan kalo matiin background refresh.
Total, Anda bisa nghemat sekitar Rp 1.000.000 - Rp 1.500.000 per tahun cuma dengan ngelola aplikasi boros baterai. Lumayan buat jalan-jalan ke Puncak atau beli aksesoris iPhone baru Latar belakangnya ada di mengaktifkan low power mode.
Tips Tambahan: Cara Ngurangin Dampak Aplikasi Boros
Setelah tau aplikasi mana yang paling boros, langkah selanjutnya adalah ngurangin dampaknya. Berikut beberapa tips yang saya terapin sendiri: Variasi kasusnya saya kupas di cara memilih monitor.
-
Matikan Background App Refresh buat aplikasi tertentu. Caranya: Settings > General > Background App Refresh. Pilih aplikasi yang gak perlu diperbarui di latar belakang, kayak game atau aplikasi belanja.
-
Kurangi penggunaan GPS. Di Settings > Privacy & Security > Location Services, ubah akses lokasi aplikasi jadi "While Using" atau "Never" buat aplikasi yang gak perlu lokasi terus-menerus Sudah saya singgung sebagian di model two.
-
Aktifin Low Power Mode saat baterai di bawah 20%. Mode ini bakal ngurangin aktivitas latar belakang, animasi, dan kecerahan layar.
-
Hapus aplikasi yang gak pernah dipake. Aplikasi yang jarang dibuka tetep bisa jalan di latar belakang. Saya pernah punya aplikasi cuaca yang gak pernah saya buka, tapi ternyata makan 5% baterai per hari.
-
Update iOS dan aplikasi secara rutin. Apple sering ngeluarin pembaruan yang ngoptimalin manajemen daya. Begitu juga developer aplikasi — mereka biasanya ngelakuin perbaikan bug yang nyebabin boros baterai.

Penutup
Nah, sekarang Anda udah tau cara cek aplikasi yang paling boros baterai di iPhone lewat menu Battery. Langkahnya sederhana: buka Settings > Battery, liat daftar aplikasi, dan identifikasi yang paling tinggi persentasenya. Jangan lupa perhatiin juga aktivitas latar belakangnya. Dengan informasi ini, Anda bisa ngambil tindakan kayak matiin background refresh atau ngurangin penggunaan GPS. Ujungnya, baterai iPhone Anda lebih awet, performa tetap optimal, dan Anda gak perlu buru-buru ganti baterai atau keluar biaya tambahan. Jadi, cek sekarang juga, ya!

*Sumber: [Battery
Bacaan lanjutan: Bagaimana cara mengaktifkan low power mode otomatis saat bat
Untuk konteks lebih: sumber resmi